Perkuat Sinergi Global, Dekan FUAD UIN Ponorogo Hadiri FGD Pimpinan PTKIN di Kudus dan Sepakati 10 Rekomendasi Strategis

Kudus (31/07/2026) – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi akademik dan akselerasi reputasi internasional. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Dekan FUAD UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Muh. Tasrif, M.Ag., dalam ajang Focus Group Discussion (FGD) Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Wilayah Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon.

Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kolaborasi PTKIN Menuju Kampus Bereputasi Internasional”tersebut diselenggarakan di Aula Lantai 5 Gedung Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2026. Forum strategis ini dihadiri rektor, wakil rektor, dekan, pimpinan lembaga, serta pengelola PTKIN guna merumuskan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan tinggi era global

Kehadiran Prof. Dr. Muh. Tasrif, M.Ag. mewakili FUAD UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berfokus pada pembahasan sidang komisi keilmuan Ushuluddin dan Humaniora. Dalam forum tersebut, jajaran pimpinan fakultas menyepakati 10 Poin Rekomendasi Kesepahaman Bersama untuk memperkuat tata kelola akademik, kurikulum, serta internasionalisasi lembaga.

10 Rekomendasi Kesepahaman Bersama Komisi Fakultas Ushuluddin

  1. Kolaborasi Tridharma: Meningkatkan kerja sama tridharma perguruan tinggi melalui program riset bersama, pengabdian masyarakat, pertukaran dosen, hingga kuliah tamu lintas PTKIN.
  2. Kurikulum Adaptif berbasis OBE: Menyusun kurikulum adaptif Outcome-Based Education (OBE) yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, kecerdasan digital, dan kebutuhan dunia kerja.
  3. Mobilitas Mahasiswa: Mengembangkan program student mobility dan credit transfer antar-PTKIN se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon.
  4. Penguatan Publikasi Ilmiah: Mendorong peningkatan publikasi ilmiah bereputasi melalui pendampingan penulisan artikel, kolaborasi penelitian, dan penyelenggaraan konferensi internasional secara berkala.
  5. Akselerasi Internasionalisasi: Memperluas jejaring global melalui kerja sama dengan kampus luar negeri, program visiting professor, joint research, dan joint publication.
  6. Pembelajaran Digital & AI: Mengembangkan ekosistem pembelajaran digital berbasis Learning Management System (LMS), kecerdasan buatan (AI), serta pemanfaatan media digital.
  7. Optimalisasi Laboratorium Keilmuan: Mengoptimalkan laboratorium dan pusat studi sebagai pusat pengembangan kajian Al-Qur’an, Hadis, Aqidah-Filsafat, Tasawuf, Pemikiran Islam, serta keagamaan kontemporer.
  8. Peningkatan SDM: Meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta penguatan budaya akademik yang inovatif.
  9. Forum Komunikasi Rutin: Membangun forum komunikasi rutin Dekan dan Wakil Dekan untuk berbagi best practices dan penyelesaian isu-isu strategis.
  10. Rencana Aksi Terukur: Menyusun rencana aksi bersama beserta indikator kinerja terukur agar seluruh rekomendasi dapat dievaluasi secara berkala.

Keikutsertaan Dekan FUAD UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam perumusan rekomendasi ini menjadi langkah nyata fakultas dalam merespons tantangan global. Dengan memperkuat jejaring antar kampus PTKIN. FUAD berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang adaptif, unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada standar mutu internasional.

Berita Terkait