PONOROGO – Dalam upaya merawat ilmu pengetahuan dan mempererat silaturahmi antar-generasi muslim, mahasiswa peserta International Class Study Program (ICSP) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) menggelar kegiatan bertajuk “Lawatan Muhibbah Kembara Ilmu dan Rahmah”. Kegiatan kolaborasi lintas wilayah ini melibatkan santriwati dari BTC Sanctuary, Singapore, serta Pondok Pesantren Hidayatullah, Malang. Acara yang dimulai pada pukul 18.00 WIB tersebut bertujuan untuk saling mengenal, menebar kebaikan, serta menyebarkan energi positif di tengah umat.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah, Ustadz Alimin. Dalam paparannya, beliau menyoroti fenomena globalisasi beserta tantangan yang dihadapi umat Islam dalam menyikapi dampak positif maupun negatifnya. Beliau mengungkapkan harapan agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan biasa, melainkan mampu memberikan wawasan baru yang berkelanjutan. Menurutnya, agenda kolaborasi semacam ini perlu terus diperbarui dan diperluas cakupannya, tidak hanya di tingkat Asia Tenggara, tetapi juga demi kemaslahatan umat muslim dunia agar dapat menjadi umat terbaik yang diridhai Allah di muka bumi.
Semangat kebersamaan tersebut juga diperkuat oleh pembimbing rombongan, Umi Vonny Fatimah, yang menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan semangat para santriwati. Beliau menekankan bahwa perjalanan jauh yang ditempuh merupakan manifestasi nyata dari semangat untuk membawa kebaikan bagi sesama manusia dan lingkungan sekitar.

Sesi inti acara kemudian diisi dengan bincang inspiratif dari para tokoh dan pemimpin muda muslimah. Adelia Nugraheni, yang hadir sebagai perwakilan mahasiswa FUAD UIN Ponorogo, membagikan pengalamannya dalam menimba ilmu hingga berkesempatan bertemu dengan tokoh inspiratif, Dr. Bibi. Melalui kisahnya, ia mengajak kaum muda muslimah untuk terus berproses dan konsisten menjalankan amanah ilmu demi kemaslahatan umat.

Semangat kepemimpinan turut ditegaskan oleh Umi Ira Istadi, tokoh perempuan dari Hidayatullah Malang. Beliau menghadirkan contoh nyata para pemimpin muda muslim yang telah berhasil di bidangnya, sekaligus menjadikannya sebagai teladan bagi para peserta untuk meneladani semangat perjuangan mereka. Sesi inspirasi ini ditutup dengan cerita dari Salsabila, mahasiswa berprestasi yang berhasil menembus pendidikan di International Islamic University Malaysia (IIUM). Salsabila berpesan kepada para santri Hidayatullah agar tidak pernah kenal lelah dalam belajar serta senantiasa memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini akhirnya ditutup bersama-sama melalui pembacaan surat-surat pendek Al-Qur’an, Ayat Kursi, serta doa keselamatan. Melalui penyelenggaraan Lawatan Muhibbah ini, diharapkan dapat tercipta wadah kolaborasi yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan kontribusi islami yang nyata serta berdampak luas bagi peradaban. Penulis : Adelia Nugraheni