Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Kiai Ageng Muhammad Bestari Ponorogo sukses menyelenggarakan rangkaian acara Seminar Karir dan Yudisium pada Kamis, 9 Juli 2026. Acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini menjadi momentum penting bagi para calon wisudawan sebelum resmi terjun ke dunia profesional. Rangkaian acara diawali dengan Seminar Karir yang mengusung tema “Unlock Your Creative Vision” dengan menghadirkan narasumber inspiratif, Didik Priyo DK, S.Pd., MM, yang merupakan Pendiri & CEO Butler Indonesia. Dipandu oleh Annisa dari UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan sebagai moderator, sesi ini berlangsung sangat interaktif dan penuh dengan motivasi.
Dalam paparannya, Didik menekankan pentingnya mempersiapkan mental dan penampilan jauh sebelum hari kelulusan tiba. Beliau menyatakan bahwa bekal yang harus disiapkan sebelum menghadapi dunia kerja itu harus mulai ditata sebelum wisuda dengan cara menghadap kaca dan bersyukur, menata profil diri, menjaga penampilan atau grooming, serta selalu tersenyum. Didik juga menambahkan kalimat pemantik bahwa semua orang pada dasarnya bisa belajar, tetapi untuk konsisten menjadi “sesuatu” di dunia kerja belum tentu semua orang mampu melakukannya.

Antusiasme peserta semakin terlihat jelas saat memasuki sesi tanya jawab yang didominasi oleh mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa mengenai rasa tidak percaya diri karena perubahan nama kampus yang sering membuat mereka merasa dianaktirikan saat melamar kerja, Didik memberikan jawaban menohok agar mahasiswa tidak menyalahkan kampus. Beliau menegaskan bahwa yang terpenting adalah misi pribadi masing-masing, karena jika mahasiswa tidak bangga dengan kampusnya sendiri secara totalitas, maka mereka tidak akan pernah bisa loyal dengan pekerjaannya kelak. Didik juga mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya menunggu tanpa tindakan nyata jika ingin mendapatkan sesuatu. Sementara itu, untuk menjawab kebingungan mahasiswa dalam menentukan visi misi hidup, Didik berpesan agar mereka tidak terjebak dalam teori dan menanamkan prinsip untuk langsung mencoba dan melakukan saja terlebih dahulu. Sedangkan dalam konteks membangun komunikasi dan citra yang baik dengan relasi luar negeri, kunci utamanya adalah percaya diri yang dipersiapkan matang sejak awal, serta tidak perlu merasa minder karena perbedaan dengan orang asing pada dasarnya hanya terletak pada watak saja.
Usai seminar karir yang membakar semangat, acara langsung dilanjutkan dengan Prosesi Yudisium formal yang dibuka oleh duet MC, Hj. Lu’luun Nisai, M.Pd.I, M.A. dan Umi Kalsum, S.Hi, M.SI. Suasana khidmat langsung terasa saat seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UIN, yang kemudian disusul dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara syahdu oleh mahasiswa bernama Izza. Acara inti dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium oleh Bapak Ahmad Zainal Abdi, S.H., M.E., yang menandai sahnya gelar akademik para lulusan baru tersebut.

Momen membanggakan terjadi saat Dekan FUAD, Prof. Dr. Muh Tasrif, M.Ag., bersama para Ketua Program Studi memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Pada program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), penghargaan terbaik diraih oleh Zellya Angnes Wardani dengan IPK 3,85, disusul Muhibatus Sholihah dengan IPK 3,82, dan Elsa Sahiela dengan IPK 3,81. Untuk prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), peringkat terbaik dicapai oleh Meita Dwi Mukhlishotul dengan IPK 3,89, diikuti Mahmudi Rimbawan dengan IPK 3,84, dan Mar’atul Mutmainnah dengan IPK 3,84. Pada prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), nama Dyah Ayu Pramita keluar sebagai yang terbaik dengan IPK 3,86, disusul Anisa Yulia Kurniawati dengan IPK 3,85, dan Dwi Winarti dengan IPK 3,83. Sementara untuk prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI), penghargaan diberikan kepada Ulfatul Afifah dengan IPK 3,77, Rahma Dina dengan IPK 3,74, dan Anisa Alfiya Turohmah Syahid dengan IPK 3,72.

Setelah penyerahan penghargaan kepada para lulusan terbaik, acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Wakil Ketua Yudisium dan disusul sambutan utama dari Dekan FUAD, Prof. Dr. Muh Tasrif, M.Ag. Dalam penyampaiannya, Dekan mengapresiasi kerja keras para mahasiswa dan memberikan pesan edukatif agar para yudisiawan senantiasa menjaga nama baik almamater serta integritas diri di tengah-masyarakat. Beliau juga berpesan agar ilmu keagamaan dan humaniora yang didapatkan di bangku kuliah mampu diimplementasikan dengan bijak guna memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Rangkaian acara yudisium ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Dekan 3, Dr. Iswahyudi, M.Ag., sebagai bentuk rasa syukur dan harapan untuk keberkahan masa depan para alumni. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta ramah tamah dan makan bersama yang penuh kehangatan antara dosen, staf, dan seluruh peserta yudisium.