Ponorogo – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Magang Mahasiswa pada Senin, 6 Juli 2026, bertempat di Aula FUAD UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Semester VI yang akan melaksanakan program magang pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Bimbingan magang bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa agar memiliki kesiapan akademik, profesional, dan etika kerja sebelum diterjunkan ke instansi mitra. Kegiatan ini juga menjadi sarana penyamaan persepsi mengenai mekanisme pelaksanaan magang, target capaian pembelajaran, serta tanggung jawab mahasiswa selama berada di lokasi magang.

Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Ahmad Faruk, dalam arahannya menyampaikan bahwa pada pelaksanaan magang tahun ini mahasiswa akan ditempatkan di dua institusi mitra, yaitu Museum Radya Pustaka Surakarta dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan. Menurutnya, kedua lembaga tersebut dipilih karena memiliki relevansi yang kuat dengan kompetensi keilmuan mahasiswa SPI, khususnya dalam bidang sejarah, pelestarian warisan budaya, dokumentasi, arsip, dan pengelolaan koleksi sejarah.
Ahmad Faruk juga menjelaskan bahwa pelaksanaan magang ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama (MoU) yang telah dibangun antara Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari dengan berbagai lembaga mitra. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas ruang belajar mahasiswa melalui pengalaman langsung di dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan institusi profesional.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai tata tertib magang, etika berkomunikasi di lingkungan kerja, penyusunan laporan magang, serta pentingnya menjaga nama baik almamater selama menjalankan kegiatan. Selain itu, mahasiswa juga diberikan gambaran mengenai karakteristik masing-masing lokasi magang sehingga dapat mempersiapkan diri sesuai dengan kebutuhan dan budaya kerja di setiap instansi.
Di akhir kegiatan, Ahmad Faruk berharap pembekalan ini dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam menjalankan program magang secara optimal. “Kami berharap setelah mengikuti bimbingan ini, mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat magang, mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, serta dapat menyelesaikan seluruh tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh instansi mitra dengan baik,” ungkapnya.
Melalui program magang ini, Program Studi Sejarah Peradaban Islam berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis, kemampuan adaptasi, serta profesionalisme yang dibutuhkan di dunia kerja.