Masuk Kategori Best Paper, Dosen FUAD UIN Ponorogo Presentasi di ICCL UIN Surakarta

Surakarta, 3 September 2026 — Tiga dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berhasil masuk dalam kategori Best Paper dan berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya secara langsung dalam ajang International Conference on Culture and Language (ICCL) yang diselenggarakan oleh UIN Surakarta pada 3–4 September 2026.

Ketiga dosen tersebut adalah Faiq Ainurrofiq, Ahmad Faruq, dan Akhlis Syamsyal Qamar. Keikutsertaan mereka dalam konferensi internasional ini menjadi bagian dari upaya FUAD UIN Ponorogo untuk memperkuat tradisi akademik, publikasi ilmiah, serta jejaring keilmuan di tingkat nasional dan internasional.

Faiq Ainurrofiq mempresentasikan artikel berjudul “Writing Women, Imagining Palestine: Decolonial Narratives of Resistance and Gender Equalities In Palestinian Arabic Language Textbooks.” Artikel ini mengkaji representasi perempuan, narasi perlawanan, serta kesetaraan gender dalam buku teks bahasa Arab Palestina dengan perspektif dekolonial.

Sementara itu, Ahmad Faruq mempresentasikan artikel berjudul “Kawruh Usuluddin: Sejarah Intelektual Islam Jawa Dan Vernakularisasi Teologi Pada Awal Abad Ke-20.” Kajian tersebut menyoroti perkembangan intelektual Islam Jawa dan proses vernakularisasi pemikiran teologi pada awal abad ke-20.

Adapun Akhlis Syamsyal Qamar membawa artikel berjudul “Melampaui Kategori Kolonial: Historiografi Dekolonial Perdikan-Pesantren Ageng Banjarsari, Pertengahan Abad Ke-18–Abad Ke-19.” Penelitian ini menawarkan perspektif historiografi dekolonial dalam membaca sejarah Perdikan-Pesantren Ageng Banjarsari pada rentang pertengahan abad ke-18 hingga abad ke-19.

Masuknya ketiga artikel tersebut dalam kategori Best Paper sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas karya ilmiah dosen FUAD UIN Ponorogo. Hal ini juga menunjukkan keberagaman bidang kajian yang dikembangkan, mulai dari bahasa Arab, kajian gender dan dekolonial, sejarah intelektual Islam, hingga historiografi Islam Jawa.

Keikutsertaan dalam ICCL UIN Surakarta diharapkan tidak hanya memperkuat rekam jejak akademik para dosen, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian dan publikasi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Prestasi tersebut menjadi dorongan bagi FUAD UIN Ponorogo untuk terus meningkatkan produktivitas riset dan kontribusi akademiknya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Berita Terkait