SUKOREJO — Rangkaian proses pembelajaran lapangan mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) resmi berakhir. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara Penutupan Praktikum Magang I Konseling Keluarga Sakinah di Kantor Urusan Agama (KUA) Sukorejo pada Senin (22/6/2026). Kegiatan yang telah berlangsung sejak 4 Mei 2026 tersebut dihadiri oleh Kepala KUA Sukorejo Rusmawardi, S.Sos., M.A., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fadhila Rahmawati, S.S., M.Si., segenap staf KUA Sukorejo, mahasiswa praktikum BPI, serta siswa-siswi dari MAN 1 Ponorogo yang kebetulan juga tengah melaksanakan program praktikum di lokasi yang sama.
Acara diawali dengan khidmat melalui pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prosesi ini mencerminkan penguatan nilai religius dan nasionalisme sebagaimana yang kerap diajarkan dan ditanamkan oleh para penyuluh di KUA Sukorejo. Suasana yang berlangsung penuh kehangatan tersebut sekaligus merefleksikan eratnya hubungan kerja sama antara pihak akademik dan instansi dalam mendukung proses belajar mahasiswa.

Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Praktikum Magang I, Afrija Fahri Albarqi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak KUA Sukorejo atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan ini menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk menyelaraskan teori akademik dengan dinamika pelayanan masyarakat, khususnya dalam memahami proses liputan dan administrasi pernikahan.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan, Fadhila Rahmawati, menegaskan bahwa praktikum ini tidak sekadar bertujuan untuk memenuhi tuntutan kurikulum akademik semata. Lebih dari itu, program ini dirancang secara khusus untuk membentuk kepekaan sosial, mengasah keterampilan komunikasi, serta menumbuhkan profesionalitas pada diri mahasiswa sebagai calon penyuluh dan konselor di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala KUA Sukorejo, Rusmawardi, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kontribusi positif yang ditunjukkan para mahasiswa selama menjalankan masa magang. Pihaknya berharap pengalaman nyata yang diperoleh di KUA Sukorejo dapat menjadi bekal berharga, terutama dalam membantu mahasiswa menemukan berbagai studi kasus yang relevan untuk penyelesaian tugas akhir mereka, sekaligus sebagai modal pengabdian kepada masyarakat di masa depan.

Acara resmi tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wachid Bayu Seta. Momentum penutupan praktikum magang ini tidak hanya menandai berakhirnya sebuah program akademik, tetapi juga menjadi ajang refleksi mengenai pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan lembaga pelayanan masyarakat dalam mencetak generasi yang kompeten, humanis, serta siap berkontribusi bagi kemaslahatan umat.