Prodi IAT FUAD Rintis Komunitas Kaligrafi sebagai Wadah Pengembangan Seni Islam

Ponorogo — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan Opening Session Komunitas Kaligrafi pada Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di Aula FUAD. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan komunitas yang diinisiasi oleh sejumlah civitas akademika FUAD sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa di bidang seni kaligrafi Islam.

Komunitas Kaligrafi hadir sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan seni tulis Al-Qur’an yang memadukan nilai estetika, spiritualitas, dan intelektualitas. Melalui komunitas ini, mahasiswa diharapkan mampu memperdalam pemahaman mengenai seni kaligrafi sekaligus mengasah keterampilan teknis dalam berbagai gaya dan teknik penulisan kaligrafi Islam. Selain itu, komunitas ini juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap khazanah seni Islam dan mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang bernilai dakwah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) yakni Abidul Anwar M. (Mahasiswa IAT) yang memandu jalannya acara serta menyampaikan susunan kegiatan. Selanjutnya, sambutan mewakili Umar Faruq Thahir, M.S.I (Kaprodi Ilmu al-Quran dan Tafsir) yang berhalangan hadir, disampaikan oleh Muhammad Barir, S.Th.I., M.Ag. Ia menyampaikan pesan, salam, dan dukungan yang dititipkan Bapak Kaprodi yang saat itu belum bisa secara langsung membersamai kegiatan karena penugasan dari Universitas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pembuka oleh M. Nurdin, M.Ag. Dalam pemaparannya, Ia menjelaskan perkembangan dan urgensi seni kaligrafi dalam tradisi keilmuan Islam. Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar terus mengembangkan potensi dan kemampuan melalui kegiatan komunitas.

Sesi berikutnya dipandu oleh Sa’adatul Mukarromah sebagai fasilitator kegiatan. Mantan Juara I Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ) tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut membagikan pengalaman, wawasan, serta teknik dasar penulisan kaligrafi kepada para peserta. Setelah rangkaian materi selesai, kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh M. Nurdin, M.Ag sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara sekaligus harapan agar Komunitas Kaligrafi dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh narasumber, fasilitator, panitia, dan peserta mengikuti sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus dokumentasi awal berdirinya Komunitas Kaligrafi di lingkungan akademik UIN Ponorogo.

Usai sesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemotongan, penggunaan, dan perawatan qalam (handam) yang dipandu oleh Sa’adatul Mukarromah dan dibantu Zasky Pradana. Sesi praktik ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai alat utama dalam seni kaligrafi serta teknik penggunaannya secara tepat.

Pada sesi awal, fasilitator memperkenalkan berbagai jenis qalam beserta fungsinya dalam penulisan kaligrafi. Peserta kemudian diajarkan teknik dasar pemotongan handam agar dapat digunakan secara optimal dalam proses menulis. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai cara merawat qalam, mulai dari teknik membersihkan ujung qalam setelah digunakan, penyimpanan yang tepat, hingga cara memperbaiki mata qalam yang mulai tumpul akibat pemakaian.

Melalui sesi praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis mengenai qalam sebagai instrumen utama kaligrafi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mempersiapkan, menggunakan, dan merawat alat tersebut. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta sebagai bekal awal untuk mengembangkan keterampilan kaligrafi.
(Zaski Pradana)

Berita Terkait