Ponorogo, 29 September 2026 — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menggelar rapat koordinasi, sinkronisasi, dan kolaborasi dokumentasi serta publikasi bersama organisasi mahasiswa (ORMAWA) FUAD pada Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Koordinator Media Sosial Fakultas sekaligus pengelola FUAD Cyber Center (FUCER), Shella Syakhfiani Fatmarahadi, M.Sos. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi pengelolaan media sosial fakultas dan organisasi mahasiswa, sekaligus memperkuat branding program studi untuk meningkatkan daya tarik calon mahasiswa.
Pertemuan tersebut dilatarbelakangi arahan Kementerian Agama mengenai pentingnya sinkronisasi kebijakan antara fakultas dan universitas. Semangat koordinasi tersebut kemudian diterapkan pada lingkup yang lebih kecil, yakni melalui penyelarasan publikasi dan dokumentasi antara fakultas dan ORMAWA.

Dalam forum tersebut, masing-masing perwakilan ORMAWA menyampaikan berbagai kendala pengelolaan media sosial, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM), pembagian tugas yang belum merata, keterbatasan keterampilan teknis, hingga belum optimalnya koordinasi publikasi kegiatan dengan pihak fakultas.
Perwakilan Senat Mahasiswa (SEMA) FUAD menyampaikan bahwa meskipun telah memiliki pembagian tugas bagi 11 anggotanya, pengelolaan dokumentasi dan publikasi masih terkendala keterbatasan personel. Salah satu contohnya adalah kegiatan Seminar Advokasi dan Launching SIAVO yang melibatkan DPR, Polri, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), tetapi belum terinformasikan secara optimal kepada pihak fakultas.
Menanggapi hal tersebut, Tim Media Sosial FUAD membuka ruang kolaborasi dengan FUCER untuk membantu kebutuhan dokumentasi maupun publikasi. Fakultas juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi peminjaman kamera apabila diperlukan. Selain itu, SEMA mengusulkan penguatan branding SIAVO melalui keterlibatan pihak dekanat dalam konten video media sosial.

Persoalan serupa juga disampaikan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Keterbatasan SDM dan kesibukan anggota menyebabkan proses desain serta persiapan publikasi belum berjalan secara sistematis, meskipun unggahan media sosial telah tersusun dengan baik.
Tim FUAD mendorong HMPS IAT untuk mengoptimalkan fitur kolaborator pada setiap publikasi yang relevan dengan fakultas. Penguatan branding IAT juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada publikasi kegiatan, tetapi turut menghadirkan konten edukatif dan pengetahuan keilmuan yang merepresentasikan identitas program studi. Sebagai langkah konkret, HMPS IAT didorong mengirimkan minimal empat foto kegiatan kepada Tim FUAD untuk dipublikasikan melalui website fakultas, disertai berita singkat yang memuat unsur 5W+1H.
Sementara itu, HMPS Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) mengungkapkan kendala keterbatasan personel dan keterampilan dokumentasi. Kondisi tersebut semakin terasa ketika sejumlah anggota berhalangan hadir dalam kegiatan sehingga tugas dokumentasi harus dialihkan kepada divisi lain. Menanggapi hal ini, Tim FUAD menawarkan dukungan FUCER serta mendorong pengembangan konten berupa foto dengan caption, video, maupun berita kegiatan yang dapat dipublikasikan melalui kanal digital fakultas.
HMPS Sejarah Peradaban Islam (SPI) juga menghadapi tantangan serupa. Dari total 15 anggota, hanya dua orang yang tergabung dalam tim publikasi, dokumentasi, dan desain (PDD), dengan satu anggota yang memiliki keterampilan teknis lebih menonjol. Meski demikian, pengelolaan media sosial HMPS SPI telah berjalan cukup runtut. Tim FUAD menyambut positif bergabungnya mahasiswa SPI sebagai calon anggota FUCER dan mendorong kolaborasi lebih lanjut, termasuk melalui pengiriman minimal empat foto kegiatan atau permohonan bantuan dokumentasi kepada Tim FUAD.

Adapun HMPS Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menyampaikan bahwa keterbatasan anggota aktif menyebabkan sebagian besar pekerjaan publikasi dan dokumentasi bertumpu pada satu orang. Selain itu, rencana mengaktifkan kembali kanal YouTube untuk mengunggah video kegiatan masih terkendala proses aktivasi. Koordinator Media Sosial FUAD, Shella Syakhfiani menyampaikan permohonan maaf atas belum optimalnya pendampingan sebelumnya sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi dan monitoring ke depan.
Sebagai tindak lanjut, Tim FUAD mendorong HMPS KPI untuk mencantumkan dan menandai akun media sosial fakultas dalam publikasi kegiatan agar jangkauan informasi semakin luas. Kebutuhan dokumentasi dapat dikoordinasikan dengan FUCER, sedangkan pengembangan kanal YouTube dapat dijajaki melalui kolaborasi dengan Komunitas Avikom.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUAD menyampaikan bahwa pembagian kerja divisi desain komunikasi visual (DKV) dan konten telah berjalan secara tersegmentasi. DEMA juga mengusulkan kolaborasi dengan FUCER untuk menghadirkan pemateri dalam kegiatan pengembangan keterampilan media sosial.

Tim FUAD turut mendorong DEMA, sebagai organisasi eksekutif mahasiswa tingkat fakultas, untuk menginisiasi program branding yang melibatkan seluruh program studi. Program tersebut dapat dikemas melalui kegiatan kreatif, kolaborasi publikasi, penandaan akun fakultas dan program studi, serta pemberitaan kegiatan. Langkah ini diharapkan mampu memperkenalkan potensi FUAD secara lebih luas, khususnya kepada siswa SMA/sederajat sebagai calon mahasiswa.
Menutup diskusi, Koordinator Media Sosial FUAD, Shella Syakhfiani menyampaikan bahwa publikasi kegiatan tidak cukup hanya memenuhi unsur jurnalistik 5W+1H. Setiap kegiatan perlu memiliki tujuan yang jelas (output) dan menghasilkan dampak berkelanjutan (outcome), sehingga publikasi tidak berhenti sebagai dokumentasi seremonial atau formalitas kelembagaan.
“Publikasi bukan sekadar memberitakan bahwa sebuah kegiatan telah terlaksana. Kita perlu memahami apa tujuan kegiatan tersebut dan dampak apa yang ingin dihasilkan setelahnya,” menjadi penekanan dalam arah koordinasi tersebut.
Sebagai output, rapat koordinasi ini menghasilkan kesepahaman awal mengenai pola kolaborasi publikasi dan dokumentasi antara fakultas dan ORMAWA. Langkah konkret yang diarahkan meliputi pemanfaatan fitur kolaborator media sosial, penandaan akun fakultas dalam publikasi kegiatan, pengiriman materi foto dan berita kepada Tim FUAD, pemanfaatan dukungan SDM FUCER, serta optimalisasi website dan kanal digital fakultas.
Sementara itu, outcome yang diharapkan adalah terbentuknya ekosistem publikasi FUAD yang lebih terintegrasi, konsisten, dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas kegiatan mahasiswa, memperkuat identitas dan branding setiap program studi, memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, serta menumbuhkan ketertarikan calon mahasiswa terhadap program studi di lingkungan FUAD.

Lebih jauh, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi fakultas dan organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang jurnalistik, desain, videografi, fotografi, dan pengelolaan media digital.
Kegiatan ditutup dengan perkenalan peserta dan pembacaan hamdalah. Pertemuan ini menjadi titik awal untuk membangun komunikasi, kolaborasi, dan sinergitas ORMAWA bersama fakultas dalam menghadirkan publikasi yang lebih terarah, berdampak, serta berorientasi pada kebermanfaatan bagi program studi, fakultas, dan masyarakat. (Penulis: Twisca)